SejarahTeknologi

Ada Sejak Tahun 1968! Beginilah Sejarah Teknologi Canggih AR

0
Ada Sejak Tahun 1968! Beginilah Sejarah Teknologi Canggih AR

AR atau Augmented Reality menjadi salah satu bentuk perkembangan teknologi yang banyak digunakan di masa kini. Sebelum seperti saat ini teknologi AR memiliki sejarah teknologi dan perkembangan yang cukup panjang.

Tentu Anda sudah tidak asing dengan AR atau teknologi yang menghubungkan antara dunia nyata dengan dunia virtual. Untuk bisa menggunakan teknologi ini, biasanya dibutuhkan perangkat tambahan seperti headset, ponsel, maupun kacamata.

Sejarah Teknologi AR dan Perkembangannya

Sejarah teknologi AR ternyata sudah ada sejak tahun 1960-an dan mengalami perkembangan pesat hingga masa sekarang. Seperti apa sejarahnya? Berikut ulasannya.

AR adalah teknologi yang menggabungkan antara kehidupan nyata dengan elemen dunia virtual. Contoh penggunaan teknologi ini yaitu pada fitur filter wajah di media sosial. Teknologi ini memerlukan perangkat seperti ponsel, kacamata, dan lainnya.

Lalu, bagaimana sejarah dan perkembangan teknologi AR? Meskipun istilah augmented reality baru dikenal pada tahun 1990, namun teknologi ini sudah ada sejak tahun 60-an atau lebih tepatnya pada tahun 1968.

  • Tahun 1968-1974

Asal muasal AR pertama kali diciptakan oleh Ivan Sutherland yang merupakan seorang profesor sekaligus ilmuwan ilmu komputer dari Amerika Serikat pada tahun 1968.

Proyek AR pertama ini berupa perangkat yang dipasang di kepala bernama The Sword of Damocles.

Perangkat seperti kaca mata tersebut dibuat untuk melihat pandangan realitas gabungan antara dunia nyata dengan grafik yang dihasilkan oleh komputer.

Kemudian pada tahun 1974, Myron Krueger berhasil menciptakan lingkungan AR yang interaktif. Proyek tersebut disebut dengan Videoplace yang menggunakan kamera dan proyektor untuk menampilkan bayangan pada layar.

  • 1990-1998

Sejarah teknologi AR mengalami perkembangan pada tahun 1990. Pada tahun ini, seorang peneliti di Boeing yaitu Tom Caudell memberikan nama resmi pada teknologi ini dengan istilah augmented reality.

Teknologi AR pertama kali diciptakan dan berfungsi sepenuhnya pada tahun 1992 oleh Louis Rosenburg dengan nama Virtual Fixtures. Teknologi ini dikembangkan sebagai media pelatihan pilot angkatan udara AS.

Aplikasi AR pertama kali dibuat oleh Julie Martin pada tahun 1994 dalam industri teater dengan nama Dancing in Cyberspace. Pada proyek ini, para akrobat dan penari melakukan pertunjukan di sekitar elemen virtual yang ditampilkan secara real time di atas panggung.

Di tahun 1998, Sportvision mengembangkan sistem virtual bernama virtual 1st & Ten. Pada teknologi ini penonton televisi bisa mengikuti pertandingan seperti di lapangan menggunakan elemen grafis AR.

  • 2011-Sekarang

Sejarah teknologi AR pada tahun 2000-an terlihat pada pembuatan dan penggunaan AR yang mengalami peningkatan pesat.

Hal ini terlihat pada pembuatan software library oleh Hirokazu Kato, Majalah Esquire, sampai penggunaan AR untuk pemasaran iPhone 4 pada tahun 2011.

Selain itu, pada tahun 2014 Google juga meluncurkan kacamata AR yang bernama Google Glass. Pada tahun 2016, AR sudah berkembang sangat pesat dengan adanya peluncuran game AR yaitu Pokemon GO.

Pada tahun 2017 terdapat pengembangan aplikasi AR untuk desain interior pertama yaitu IKEA Place. Sedangkan pada tahun 2020, banyak muncul aplikasi dan website canggih seperti sistem LiDAR pada iPhone 12.

Sekarang, penggunaan dan peningkatan teknologi AR sudah semakin meningkat dimana Anda bisa menggunakannya melalui perangkat smartphone dimana saja dan kapan saja. Salah satu contoh penggunaan AR paling banyak saat ini adalah pada filter wajah Instagram.

Penggunaan AR saat ini sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum pesat seperti sekarang terdapat sejarah teknologi AR yang cukup panjang sejak tahun 1968. Dengan adanya teknologi ini diharapkan dapat semakin memudahkan kehidupan manusia.

Tips Olahraga saat Musim Hujan, Tubuh Tetap Aktif Bergerak

Previous article

Ini 5 Destinasi Wisata Hits di Austria yang Bisa Anda Pilih

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Sejarah